Terlalu Sadis Caramu
Menjadikan Diriku
Pelampiasan Cintamu
Agar Dia Kembali Padamu
- Sadis by Afgan
Potongan lirik lagu ‘Sadis’ yang dibawakan oleh Afgan diatas saya ambil bukan karena berhubungan dengan apa yang saya tulis disini. Satu alasan saya mengutipnya adalah karena ada kata ‘Sadis’ dalam lirik lagu tersebut. he..he..he.. Hanya kata ‘Sadis’ itulah yang berhubungan dengan tulisan ini. Selain biar kelihatan keren, kata ‘Sadis’ dalam tulisan ini, lebih ‘Sadis’ dari yang diuraikan oleh Afgan dalam lagunya tersebut.
Adapun latar belakang saya menulis ini adalah beberapa minggu terakhir (bahkan selama beberapa bulan terakhir), saya mendapat berbagai cerita memilukan dari beberapa orang yang mengenal saya tentang pengalaman mereka yang cukup membuat saya sedih dan prihatin. Pengalaman ini dialami oleh para perempuan yang saya cukup kenal dengan baik. Pengalaman tentang bagaimana mereka harus mengalami sejumlah kekerasan dalam hubungan pra nikah (pacaran) mereka. Bahkan ada yang dalam pernikahan mereka. (ck..ck..ck..Damned Coward)
Dari cerita-cerita yang saya dengarkan, membuat saya bergidik dan tertegun sejenak. Dalam pikiran saya, terbesit pertanyaan besar, bagaimana mungkin seseorang yang sangat mencintai pasangannya bisa melakukan tindakan-tindakan seperti itu? Apakah atas nama cinta dan kasih sayang? (kali deeh…)
Saya memberikan julukan para lelaki ini dengan julukan ‘Lelaki Sadis’. Beberapa teman saya bahkan secara lantang menyebut para lelaki ini sebagai ‘Lelaki Pengecut’. he..he..he..(mungkin ini lebih tepat kali yah?). Mereka beroperasi dengan melakukan pendekatan intensif secara emosional dengan pasangannya. Biasanya diawal-awal sikap sadis ini belum muncul. Namun, setelah beberapa lama (biasanya sih setelah melampaui 1 atau 1 1/2 bulan) sikap sadis ini akan terlihat dengan jelas.
Motif dari sadis yang dilakukan terdiri atas 3 hal. Pertama, adalah rasa posesiveness yang over dosis. Kedua, dipicu oleh kecemburuan atau ancaman eksternal. Ketiga, emang dari sana nya sudah gila (Psikopat).
Saya membagi Lelaki Sadis ini menjadi berbagai golongan. Berikut adalah beberapa diantaranya yang saya temukan.
a. Beginner
Lelaki sadis kategori ini tingkat kesadisannya masih kecil. Ibarat ayam, dia ini masih piyik (anak ayam). Ciri-ciri nya adalah kalo menelpon suka nanya lagi dimana, lagi ngapain dan sama siapa dengan nada emosi bila jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan harapannya (misalnya lagi di bioskop, nonton dengan temen-temennya). Dia akan nanya ada co gak diantara temen-temen si ce. Tapi dalam tahapan ini, dia tidak menunjukkan emosinya secara berlebihan kepada sang kekasih, juga tidak melarang.
b. Intermediate
Lelaki sadis kategori ini mirip dengan tingkatan beginner. Bedanya adalah dalam tingkatan ini si lelaki sadis menunjukkan ketidaksukaannya akan tindakan si ce yang dia nilai mulai mengancam hubungannya dengan si ce. Cara dia menunjukkan ketidaksukaannya ini adalah dengan menyampaikan langsung kepada si ce atau sedikit melarang beberapa kegiatan si ce.
c. Advanced
Lelaki sadis kategori ini cenderung untuk mengendalikan kehidupan si ce. Kemanapun si ce berada, aktifitasnya selalu diawasi dengan baik. Mendekati 24 jam. Kekerasan fisik mulai sedikit dipertunjukkan dengan menarik secara paksa, dan mungkin dengan sedikit tamparan kecil. Tapi, kekerasan ini masih bisa dikendalikan. Kemungkinan kekerasan yang lebih besar, relatif sangat rendah. uniknya, lelaki sadis kategori ini masih bisa diajak untuk berpikir secara logis. Maksudnya, jika si ce memberikan alasan yang logis, izin dari si lelaki sadis bisa didapatkan dengan mudah. Rasionalitas yang dimiliki, masih cukup untuk mengendalikan si lelaki sadis ini.
d. Super Psikopat
Jenis lelaki sadis ini bisa dikategorikan extreemly dangerous. Kenapa? Karena rasionalitas tak lagi berbicara dalam dirinya. Dia bisa merasa curiga kapan saja dan memperlakukan si ce dengan penuh possesiveness. Ruang gerak si ce diawasi hampir 24 jam. Semua akses-akses pribadi (telepon, email dna sebagainya) diawasi dengan meminta password dari si ce.
Lebih dalam mendalami hal ini, ada satu hal yang saya bingungkan. Hal itu adalah, kenapa si ce terus bertahan menjalaninya? Ada beribu alasan yang mungkin kita temukan. Tapi semua itu dapat kita kerucutkan menjadi beberapa alasan berikut ini.
a. Cinta mati
b. Terikat (mempertahankan pernikahan misalnya)
c. Suka/menikmati akan kondisi tersebut(BDSM misalnya)
d. Alasan lain (misalnya malu bila jadi janda, terlibat utang, utang budi, dan sebagainya)
Semua alasan diatas merupakan hal-hal yang sering saya jumpai. Tapi, dibeberapa cerita yang saya dapatkan, sebenarnya ada beberapa salah paham atau kondisi yang tidak diketahui/sadari oleh sang ce dalam hal ini. hal-hal tersebut adalah:
a. Penggunaan kekerasan adalah pelanggaran hukum. Jadi, ce berhak lho lapor polisi.
b. Kekerasan bukan bentuk cinta. Mana ada kamusnya kekerasan didasari oleh cinta? ada juga ego dan possesiveness
c. Si ce berhak untuk memilih jalan hidup nya sendiri. Ini hak asasi lho mbak
d. Orang tua nomer 1! Prinsip ini saat ini mulai ditinggalkan. Mungkin karena kebanyakan nonton sinetron Indonesia kali yah? dimana kita biasa melihat anak durhaka kepada orangtuanya, tapi tetep bahagia-bahagia aja tuh…. Ngapain sih harus patuh sama co kamu? Nikah aja belum. lagian kan, bukan dia yang ngasih makan dan membesarkan kamu. Dia hanyalah (calon) bagian kecil dalam hidup loe. Jadi masih ada calon-calon lainnya yang lebih baik kan?
e. Ketulusan cinta butuh banyak cobaan untuk bisa dibilang tulus (ini pendapat subjektif saya). Saya berpendapat, ketulusan cinta hanya bisa kita ketahui dan yakini ketika pasangan kita masih bersama kita disaat tua nanti setelah menjalani hidup yang penuh dengan pahit dan manis. Kalo pacaran doank? gak jaminan!!! banyak lho yang pacarannya lama, namun nikahnya bentar (bosen kali, atau gak tau mau ngapain lagi karena semua sudah dilakukan pas pacaran? he… he… he… )
f. Anda mencari pasangan hidup, bukan sipir penjara
g. Pacaran belum punya hak mengatur-atur, baru hak menyayangi
h. Anda mau mengorbankan anak anda nanti dalam kekerasan?
i. Inget Gusti Alloh… Bapak Jesus… Sang Budha atau apa kek
hmmm…gimana? masih mau bertahan? Gimme ur opinion!
NB: Tulisan ini saya dedikasikan kepada semua perempuan yang mengalami kekerasan oleh pasangannya dengan mengatasnamakan keagungan cinta dan kasih sayang. Kamu punya pilihan!!


Jasa utama yang disediakan ojeg cinta ini adalah antar jemput kostan-kampus (Pergi/Pulang) hingga tempat-tempat belanja atau tempat kursus. Selain itu, ada jasa-jasa lainnya yang bisa dilakukan atas permintaan konsumen (sang kekasih) misalnya jemput dimana saja ketika lagi capek jalan, atau ada beberapa barang yang berat untuk dibawa sendiri atau naik angkot. Pokoknya, pelayanannya sip deh pokoknya. Berapa ongkosnya? Gratis! Asalkan…Abang tetap disayang adek. he…he…he…